Terjaga aku dari lelap keraguanku
Kurasakan sesuatu yang lembut dan begitu indah
mneyentuh kalbu
Kupalingkan wajah mencoba melihat keluar jendela
kamarku
Terlihat mentari masih dengan gagahnya duduk di
singgasana itu
Kuhiraukan sang mentari dengan keangkuhannya
Yang sama dengan keangkuhan hatiku
Yang sering tidak menyadari apa yg dirasakan oleh
jiwaku
Kucoba tuk tersenyum pada mimpi yg hadir terlalu pagi
ini…
Pikirmu…
Aku masih setia dengan keraguanku
Masih mencoba untuk biarkan kekosongan hatiku
Menggantungkan harapan di ruang-ruang malamku
Menjadikan seonggok kerinduan yg berprasasti di
rongga dadaku
Pikirku…
Sedikit saja kau tepis semua kecewamu
Sisipkan sesimpul senyum diantara penantianmu
Karena kini…
Kuhadirkan sebongkah cinta untuk kau nikmati
Dan rindu yg kan kau kembalikan ke pangkuanku
Aku tak ingin hanya sedetik..
Aku ingin lebih dari itu..
karena aku juga rasakan hal yg sama dengamu…
Dan jangn takut sayang…
Bayangmu telah kusisipkan diruang hampa jiwaku
Dan ku pun kan setia disini..
Nantikan dirimu…
Hingga hadir,
bangunkan aku dari mimpi panjangku…
“chiquie”